|
Informasi Aktual
> >| | SMA Mojokerto menuju Pendidikan bertaraf Internasional | Bukan sesuatu yang mustahil jika Sekolah Menengah Atas (SMA) di Mojokerto menuju ke jenjang pendidikan bertaraf International. Beberapa sekolah yang memiliki potensi dalam hal tersebut antara lain yakni SMAN 1 Mojokerto, SMAN 2 Mojokerto, SMAN 3 Mojokerto, SMAN Sooko, SMAN Puri, SMAN 1 Mojosari.
Di beberapa kota Besar, misalnya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta saat ini banyak yang memiliki sekolah pendidikan bertarf International.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah sekolah tersebut “benar benar” bertaraf International? |  |
| Unas SMA/SMK 2010 di Mojokerto, 138 Kabupaten, 18 Kota Siswa tidak lulus | Sebanyak 138 siswa SMA di Kabupaten Mojokerto dipastikan tidak lulus. Hal itu menyusul nilai ujian nasional (unas) mereka diketahui jeblok. Namun, para siswa tersebut masih diberikan kesempatan untuk mengikuti Unas ulang pada bulan Mei 2010 nanti.
Kendati belum diketahui asal sekolah siswa yang tidak lulus, namun dipastikan dari SMA negeri dan swasta. ''Untuk rekap kelulusan tahap I, dari jumlah peserta SMA sebanyak 3.670 siswa yang lulus sebanyak 3.532 siswa atau 96,24 persen,'' ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, M Talqin setelah menerima daftar kolektif nilai ujian nasional (dakolnun).
|  |
| SBI dan Kesempatan Orang Miskin Bersekolah | SEKOLAH Bertaraf Internasional (SBI) begitu sering disebut orang pada akhir-akhir ini beriringan dengan penerimaan siswa baru. Katanya pembukaan SBI bertujuan untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan kita dengan sekolah-sekolah di luar negeri yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia bangsa kita.
Kabarnya pemerintah menargetkan minimal dalam satu kabupaten harus ada satu SBI pada masing-masing jenjang pendidikan. Sungguh target yang sangat fantastis dan ambisius. Dana besar pun siap digelontorkan untuk megaproyek bernama SBI ini. Bagi sekolah yang sudah berstatus SBI maka dalam pembelajarannya harus menggunakan pengantar bahasa Inggris, menggunakan buku pelajaran made in Indonesia dan tentunya menggunakan buku made in luar negeri yang berbahasa Inggris. |  |
| Membangun Generasi Berkualitas | PATUT menjadi renungan orang tua dan masyarakat umum, terkait perilaku anak-anak sekarang ini. Introspeksi diri melihat bagaimana kondisi anak-anak kita saat ini. Pergaulan bebas, praktik aborsi di kalangan remaja, perilaku seks menyimpang, penyalahgunaan NAPZA, tawuran antar pelajar, gaya hidup hedonis dan perilaku amoral lainnya adalah gambaran anak-anak kita di era kapitalis ini.
Walaupun ada juga anak-anak yang berprestasi, tetapi jumlahnya tidak lebih besar dari anak-anak yang berprilaku buruk. Padahal 20 tahun ke depan, merekalah yang akan memimpin bangsa ini. |  |
| Anggaran UASBN Tidak Muncul pada APBD Kota 2010 | |
MOJOKERTO - Dinas P dan K Kota Mojokerto bakal menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tahun ajaran 2009/2010 mendatang, tanpa sokongan dana APBD. Jika sebelumnya pernah mengusulkan anggaran sebesar Rp 187 juta, namun angka tersebut tidak muncul dalam APBD 2010. Bahkan, terkait hal itu tim anggaran eksekutif menyebut usulan anggaran yang disetujui adalah untuk ujian nasional (Unas) SMP/Mts dan SMA/SMK, bukan untuk SD.
Sekretaris Tim Anggaran (Timran) Sutikno mengungkapkan, sejauh ini dalam pembahasan RAPBD 2010 anggaran yang muncul adalah atas usulan Unas SMP/MTs dan SMA/SMK. Sedangkan, anggaran bagi SD yang akan direalisasikan sebagai pelaksanaan program pendukung menjelang UASBN tidak termaktub. ''Yang disetujui cuma SMP/MTs dan SMA/SMK. Kalau untuk SD dalam APBD 2010 tidak ada,'' ungkapnya kemarin. |  | Hal 1 dari 7 |
|
|